Laman

Rabu, 11 Maret 2015

laporan kunjungan industri ke batang pekalongan


LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
DI
PT. PAGILARAN BATANG
                                                      



Disusun oleh
                                                         NAMA    : SIGIT PRASETYO
                                                         KELAS   : 3TPHP2
                                                         NIS         : 8162
           
PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 (STM PEMBANGUNAN) TEMANGGUNG
Jl. Kadar maron,sidorejo kotak pos 104Telp/fax (0293) 4901 639
Temanggung 56221

2014/ 2015


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena atas bimbingan dan rahmat-Nya , kami selaku penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “kunjungan industri di pt. Pagilaran batang”.
Terimakasih juga kami tujukan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Dan kami tahu bahwa  kami masih dalam taraf pemula, kami berusaha sebisa mungkin supaya makalah ini bisa mudah dicerna oleh para pembaca.
Kami sadar bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh dari sempurna, karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik lagi.
Demikianlah makalah ini kami buat, apabila ada kesalahan dalam penulisan, kami mohon maaf dan sebelumnya kami sampaikan terima kasih.


                                                                                         Temanggung, Oktober 2013

                                                                                                       Penyusun



DAFTAR ISI
     Kata Pengantar.................................................................................................     I
     Daftar Isi..........................................................................................................     Ii
     Bab I. Pendahuluan..........................................................................................     1
              Latar Belakang........................................................................................     1
              Tujuan.....................................................................................................     1
     Bab II. Hasil Kunjungan..................................................................................     2
              Tentang Perusahaan................................................................................     3
              Pasca Panen.............................................................................................     4
              Pengolahan..............................................................................................     5
              Macam Hasil Olahan Dan Kemasan.......................................................     8
     Bab III. Simpulan Dan Saran...........................................................................     9
              Kesimpulan.............................................................................................     9
              Saran.......................................................................................................     9
     Daftar Pustaka..................................................................................................     10
     Lampiran-Lampiran..........................................................................................     11
              Diagram Alir...........................................................................................    
              Mesin Yang Digunakan..........................................................................    
              Bahan Baku.............................................................................................    
              Produk Olahan........................................................................................

Bab I. PENDAHULUAN

 

LATAR BELAKANG

            Kunjungan industri dilaksanakan untuk menambah pengalaman dan pengetahuan siswa tentang dunia kerja. Sehingga siswa dituntut aktif untk menggali informasi tentang kunjungan industri untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi baru tentang produk yang dihasilkan dari setiap tempat usaha yang dikunjungi. Kunjungan industri dilakukan untuk memberikan gambaran tentang tempat industri dan proses produksi kepada siswa. Sehingga siswa dapat membandingkan proses produksi di dunia kerja dengan ilmu yang diperoleh di sekolah. Kemudian siswa diwajibkan untuk membuat laporan atas informasi yang telah didapatkan saat kunjungan industri yang berkaitan dengan perusahaan yang bersangkutan. Selain itu kunjungan industri ini merupakan salah satu syarat yang harus di penuhi untuk menyelesaikan tugas belajar tingkat III semester V . Kemudian siswa diwajibkan untuk membuat laporan atas informasi yang telah didapatkan saat kunjungan industri yang berkaitan dengan perusahaan yang bersangkutan. 



TUJUAN

 Adapun beberapa tujuan diadaknnya kunjungan industri bagi siswa/siswi, antara lain :
1. Memperluas pengetahuan siswa tentang dunia kerja.
2. Mendorong siswa agar mempunyai minat untuk bekerja diperusahaan.
3. Memberi informasi mengenai dunia kerja dan tenaga kerja diperusahaan.
4. Mendorong siswa agar mempunyai rasa kedisiplinan dan tanggung jawab.
5. Membantu siswa melaksanakan program diklat.
6. Siswa mampu membandingkan proses produksi di dunia kerja dengan ilmu   yang diperoleh di sekolah.



BAB II. HASIL KUNJUNGAN

Adapun hasil kunjungan industri di pt pagilaran adalah:

TENTANG PERUSAHAAN

SEJARAH PERUSAHAAN
            Padatahun 1840, seorangwarga Negara berkebangsaanBelandabernama E. Blink membukatanahhutandidaerahPagilarankemudianditanamidengantanamanteh, kina dan kopi. Perkebunan  tersebutdiambilaliholehMaskapaiBelanda yang berkedudukan di Semarang. DalamkekuasaanBelandainiperkebunantehmengalamiperkembanganpesat. Hal initerbuktidenganadanyapenambahan areal perkebunan, yaitudengancaramelelangtanah di sekitarnya.Padatahun 1920 MaskapaiBelandamengalamikebakaransehinggausahadankegiatannya  berhenti total. Akhirnyapadatahun 1922 perkebunantehinidibeliolehBangsaInggris yang kemudiandiadakanperbaikankembali. Padatahun 1928 olehInggrisperkebunanPagilarandigabungkandengan P & T Lands ( PemanukandanTjiasem ). Padatahun 1947 – 1949 perkebunandikuasaiolehBangsaInggrislagi, kemudiandilakukanpembangunandenganperalatan lama yang masihtersisaakibatperusakanJepang. Padatanggal 23 Mei 1964 diserahkankepadaFakultasPertanian UGM. Untukmengenangnyamakatanggal 23 Mei dijadikanharilahirnya PT. Pagilaran.Padatanggal 1 Januari 1974 status perusahaandigantidari PN Pagilaranmenjadi PT Perkebunan PerindustrianPerdagangandanKonsultasi PT Pagilaran.PT. PagilaranmendapatkantugasdariPemerintahuntukmengembangkanperkebunandenganpola PIR ( PerkebunanInti Rakyat ) sejaktahun 1985/1986 sampaidengansekarangdengan areal yang tersebardibeberapaProprnsi ( DIY, Jawa Tengah danJawaTimur)

Unit – unit produksi PT.Pagilaran ada di beberapa daerah yang tersebar di Yogyakarta dan jawa tengah, perincian dari lokasi unit dan komoditi yang di olah adalah sebagai berikut:
PT. PAGILARAN memiliki 6 unit produksi, yaitu :
1)      Unit ProduksiPagilaran
Alamat        : Pagilaran, Kecamatan. Blado, Kab Batang,  JawaTengah.
Telp/Fax.    : 0285 – 414030.
Produksi     : Teh Hitam, Teh Hijau, Cengkeh, Kina
Luas areal   : 1.113,25  hektar
Kapasitas produksi : 40 ton pucuk teh/hr


2)      Unit ProduksiSegayung
Alamat       : Desa Simbang Jati,  Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Telp.           : 0285 – 7906305
Produksi     : Coklat, Kelapa Tall, Kelapa Hybrida
Luas           : 208,05  hektar   
Areal binaan PIR Kakao : 670,00 hektar.
3)      Unit ProduksiSidoharjo
Alamat        : Desa Bakalan, Kec.Bawang, Kabupaten Batang,  Jawa Tengah 
Telp            :  0285 – 429937
Produksi     :  Teh Hitam Orthodox
Luas binaan PIR-Teh : 611,45  ha
4)      Unit ProduksiJatilawang
Alamat       : Desa Jatilawang, Kec. Wanayasa, Kab. Banjarnegara .
Telp            : 085 228037489
Produksi    : Teh Hitam Orthodox
Luas binaan PIR-Teh  : 612 hektar
Kapasitas Produksi     : 10.000 kg – 12.000 kg pucuk/hari
5)      Unit ProduksiKaliboja
Alamat       : Desa Kaliboja, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Telp.           : 08882602657.
Produksi    : Teh Hitam Orthodox
Luas binaan PIR-Teh  : 1.200 ha
Kapasitas Produksi     : 12.000 kg – 15.000 kg pucuk/hari
6)      Unit ProduksiSamigaluh
Alamat       : DesaPagerharjo, Kec. Samigaluh, Kab. Kulonprogo, D. I. Yogyakarta
Produksi    : Teh Hijau , Teh Wangi dan Kakao
Luas binaan PIR-Teh : 200  ha
PIR-Kakao                  : 9.850  ha DIY , JATIM, JATENG
Kapasitas Produksi     : 5.000 kg pucuk/hari
Disini, kami mengadakan kunjungan di PT. PAGILARAN unit produksi pagilaran. Proses produksi biasa dilakukan mulai dari jam 06.00 s/d 14.30 WIB. Hal ini dilakukan karena banyaknya pesanan yang harus dipenuhi oleh perusahaan sehinga pemetikan dilakukan sampai sore hari. Walaupun kualitas yang dihasilkan kurang maksimal tetapi karena banyaknya pesanan membuat pemetikan harus dilakukan sampai sore hari


PASCA PANEN

Waktumemetikteh, janganmenggengampucuktehterlalubanyak. Pucukhasilpemetikanditempatkan di dalamkeranjang 10 kg yang digendongdiataspunggung. Waring (keranjangbambu)  digunakanuntukmenampunghasilpetikandenganukuran minimal 150 cm x 160cm dengandayamuat 20kg (maksimum 25kg). Tempatkanwaringdalamkeadaanterbukadanditumpuk di tempatteduh atau dapat juga menggunakan karung asalkan jangan sampai tertumpuk terlalu banyak. Pucukteh yang digunakansebagaibahanbakupengolahaterdiridaritangkai, daunmuda dan daun tua. Usahakanpucuksecepatnyatiba di pabrik.Kandunganutama yang terdapatpadapucuktehadalahpolifenol oxidase yang akan cepat teroksidasi apabila struktur teh rusak. Pucukteh yang digunakandalampengolahanhampir semua masuk dalam pengolahan karena banyaknya pesanan yang harus di penuhi.

Agar pucuktehbermututinggi, perhatikanhal-halsebagaiberikut :
a. Jalurpenangananharusdipersingkat, artinyapemindahanpucukdarisatuwadahkewadahyang lain seminimalmungkin.
b. Janganmeninggalkanpucukterlalu lama dikebun, angkatpucuk yang telahdipetikkepabrik 2-3 hari.
c. Gunakanpengemasan yang kokoh, sepertibambudan container
d. Isilahwadahsecaralonggardengantimbunan ideal 25 kg pucuktiap meter persegiluasdantebalhamparan 30 cm.
e. Berikanarasi (udara) yang cukup.

Cara pemetikan:
Pemetikan dilakukan dengan menggunakan gunting. Hal ini dilakukan karena banyaknya jumlah pesanan yang harus dipenuhi,dan juga untuk mempersingkat waktu agar tidak terlalu lama



ü  Analisis Pucuk
            Analisis pucuk adalah uraian tentang hasil pemetikan teh pada satu saat, yang menunjukkan perbandingan antara pucuk halus dan pucuk kasar yang dinyatakan dalam persen (%).
            Analisis pucuk bertujuan untuk menilai mutu pucuk, sehingga dapat digambarkan kemungkinan hasil olahan dan untuk membedakan mutu teh setip kali melakukan pemetikan.
            Hasil analisis pucuk merupakan dasar penilaian mutu pucuk harian dari suatu kebun, maka sampel diambil secara acak dari setiap blok atau kelompok pemetik.



Pengolahan

           PT. PAGILARAN unit produksi disini mengolah teh hijau, teh wangi, dan teh bubuk. Disini saya akan memaparkan produk hasil PT. PAGILARAN unit produksi pagilaran  pada komoditi peranian teh.

A.          Teh Hijau
                               Pengolahan teh hijau telah dikenal sejak lama namun dilaksanakan dengan peralatan dan teknologi yang sederhana. Oleh karena itu, jenis teh hijau yang dihasilkan masih belum sesuai dengan standar mutu permintaan pasar. Teh hijau merupakan pucuk daun muda tanaman teh yang diolah tanpa melalui proses fermentasi.
Untuk memperoleh produk yang sesuai dengan permintaan pasar maka pengolahan teh hijau dilaksanakan dengan teknologi yang lebih maju. Namun pada dasarnya, pengolahan teh hijau itu merupakan rangkaian proses fisik dan mekanis tanpa atau dengan sedikit proses fermentasi terhadap pucuk teh dengan menggunakan sistem panning.
Cara-cara pengolahan teh hijau yaitu :
1.      Pucuk teh
Pucuk yang masuk ke pabrik harus dilakukan analisa pucuk terlebih dahulu untuk menentukan kualitas pucuk teh yang ada.
2.      Pelayuan
Tujuan : untuk menginaktifkan enzim polifenol oksidase dan menurunkan kandungan air dalam pucuk, agar pucuk menjadi lentur dan mudah digulung.
-          Pelayuan harus segera dilakukan setelah daun teh dipetik.
-          Pelayuan dilaksanakan dengan cara mengalirkan sejumlah pucuk secara berkesinambungan kedalam alat pelayuan Rotary Panner dalam keadaan panas dengan suhu pelayuan 80-100ºC.
-          Uap air yang terjadi harus secepatnya dikeluarkan dari ruang Roll Rotary Panner, untuk menghindari terhidrolisanya klorofil oleh uap asam-asam organik.
-          Perubahan kimia yang terjadi selama pelayuan antara lain dalam proses respirasi akan terjadi penurunan gula oleh oksigen menjadi energi dan karbondioksida.
-          Persentase layu teh hijau lokal adalah 60-70%, dan untuk teh hijau ekspor sekitar 60% dengan tingkat kerataan layuan yang baik.
-          Tingkat layu yang tepat ditandai dengan keadaan pucuk layu yang berwarna hijau cerah, lemas, dan lembut, serta mengeluarkan bau yang khas.
3.      Penggulungan
Tujuan : membentuk mutu secara fisik berbentuk terpilin, mengeluarkan cairan daun.
Alat Penggulungan : Press Cap Roller (PCR)
•         terdiri dari silinder dan meja
•         dengan penekanan (press)
•         menggulung dan memeras
Lama Penggulungan : 15 – 20 menit dengan pengaturan 5 menit buka 10 menit pres dan 5 menit buka
4.      Pengeringan
Tujuan :   menghentikan proses fermentasi, untuk  mengurangi kadar air, memperoleh hasil akhir berupa teh kering yang tahan lama disimpan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan dua tahap pengeringan, masing-masing menggunakan mesin yang berbeda.
»  Mesin pengering pertama disebut Rotary Dryer tipe Repeat Rool.
»  Mesin pengering kedua disebut Rotary Dryer tipe Boll Tea bertujuan memperbaiki bentuk gulung teh keringnya.
»  Lama pengeringan : 3 – 4 Jam
5.      Sortasi
Tujuan untuk memisahkan, memurnikan dan mengelompokkan jenis mutu teh hijau dengan bentuk ukuran yang spesifik sesuai dengan standar teh hijau.
Pada prinsipnya, sortasi kering teh hijau adalah:
  Memisahkan keringan teh hijau yang banyak mengandung jenis mutu ekspor.
  Memisahkan partikel-partikel yang mempunyai bentuk dan ukuran yang relatif sama kedalam beberapa kelompok (grade).
  Melakukan pemotongan dengan tea cutter bagian-bagian teh yang ukurannya masih lebih besar dari jenis mutu yang dikehendaki.
            Sortasi Teh Hijau sebagian besar masih menggunakan tenaga manual manusia. Hasil sortasi ini dikelompokkan kedalam jenis-jenis mutu teh hijau sesuai dengan mutu yang ada.
Mutu / grade teh hijau :
a.       Peko (daun pucuk). A - B
b.      Jikeng /Lokal B (daun bawah / tua).
c.        Bubuk / kempring
d.      Tulang
B.  Teh Wangi
            Teh wangi adalah jenis teh yang paling banyak diksonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Teh wangi saat ini sudah banyak variasinya : teh aroma melati, teh aroma mawar, teh aroma frambose, teh aroma vanili, dan lain-lain.
Teh wangi melati, bahan dasar pembuatannya adalah dari teh hijau lokal. Tetapi untuk jenis teh wangi dengan aroma yang lain rata-rata dibuat dari teh hitam yang diwangikan menggunakan bahan pewangi.
PT. PAGILARAN membuat teh wangi berdasarkan atas pesanan dari pembeli, dalam prosesnya tanpa menggunakan bahan pewangi kimiawi (menggunakan bunga melati).


Cara-cara pengolahan teh wangi yaitu :
1.      Pucuk teh
Pucuk yang masuk ke pabrik harus dilakukan analisa pucuk terlebih dahulu untuk menentukan kualitas pucuk teh yang ada.
2.      Karamelisasi/penggosongan bahan baku (teh Hijau) / Pengeringan I
Proses ini bertujuan menghasilkan teh hijau gosong yang bersifat porous. Dengan sifat barunya ini, teh hijau akan mudah menyerap aroma dari melati.
Proses ini dilakukan dengan cara : teh hijau dipanaskan dengan menggunakan mesin Rotary drier tipe Repeat Roll pada suhu 90° - 125° C. Proses ini akan menghasilkan "Cou-cui" berwarna coklat kehitaman dengan kadar air 3 - 5 %
3.      Pemeraman bahan karamel
Hal ini dilakukan setelah proses karamelisasi yang optimal. Proses ini biasanya dilakukan dengan cara mendiamkan bahan untuk beberapa waktu.
4.      Pelembaban
Bertujuan untuk mempersiapkan teh agar dapat menerima aroma bunga secara maksimal.
Caranya :
-          Dilakukan dengan menambahkan air ± 20 %.
-          Proses pelembaban dilakukan pada siang hari, ditebar / dibeber membentuk suatu lapisan setebal ± 15 - 20 cm.
-          Setelah itu dilanjutkan dengan proses pewangian, dimana bunga melati dicampurkan.
5.      Pewangian
Setelah proses pelembaban, kemudian teh ditambahkan dengan bunga melati. Dipilih bunga yang siap mekar & sedapat mungkin memperkecil penerimaan bunga "karuk" (kuncup bunga yang belum saatnya mekar), hal ini bertujuan agar proses pewangian dapat berlangsung dengan sempurna.
6.      Pengeringan II
-          Menggunakan ECP drier (Endless Chain Pressure drier) dengan suhu berkisar antara 110° - 125° C selama 45 - 60 menit.
-          Kadar air produk yang dihasilkan berkisar antara 4 - 6 %


Macam produk olahan dan kemasan

PT. PAGILARAN mengolah 2 macam komoditi pertanian, yaitu teh dan kakao. Disini saya akan memberi contoh beberapa produk olahan teh, antara lain :
1)      Teh hitam
Teh hitam merupakan pucuk teh yang diolah menjadi teh kering melalui proses fermentasi pada tahapan prosesnya. 
Teh hitam sendiri memiliki beberapa jenis olahan, antara lain teh hitam orthodox dan teh wangi. Teh wangi (teh melati) disebut juga teh bunga yang diproses dengan campuran kuncup bunga dan merupakan jenis teh yang paling populer di Indonesia.
2)      Teh hijau
Teh hijau merupakan pucuk daun muda tanaman teh yang diolah tanpa melalui proses fermentasi. Untuk memperoleh produk yang sesuai dengan permintaan pasar maka pengolahan teh hijau dilaksanakan dengan teknologi yang lebih maju. Namun pada dasarnya, pengolahan teh hijau itu merupakan rangkaian proses fisik dan mekanis tanpa atau dengan sedikit proses fermentasi terhadap pucuk teh dengan menggunakan sistem panning
3)      Teh oolong
Teh oolong bukan merupakan teh hitam, teh hijau maupun teh putih. Meskipun dari segi rasa dan cara pengolahan mirip dengan teh hitam. Tapi yang membedakan disini adalah teh oolong pada saat proses pengolahan, teh hanya mengalami fermentasi yang sangat singkat.
4)      Teh putih
Merupakan teh yang diolah melalui fermentasi tetapi dalam waktu yang sangat singkat, sehingga pigmen pada teh belum menjadi coklat keemasan maupun merah saat diseduh.
            Dari keempat jenis teh yang dikenal oleh masyarakat, PT. PAGILARAN khususnya unit Samigaluh hanya mengolah 2 macam teh yaitu the hitam jenis teh wangi da juga teh hijau.
                        Setelah produk selesai dibuat, perlu dilakukannya pengemasan dan penyimpanan (penggudangan). Penyimpanan Produk Sementara, mempermudah stok produksi dan pengangkutan. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan :
•      Suhu ruangan 20 – 24 0C.
•      Didalam gudang penyimpanan Paper Sack distapel sesuai jenis mutunya dan diberi alas pallet.
•         Jumlah 1 chop terdiri 20 papersack.
•         Tinggi maksimal 220 cm, Lebar maksimal 117 cm.
•      Pada saat pengiriman, papersack terbungkus dengan plastik sheet.
•         Jarak antar stapelan dan dengan dinding min. 30 cm
            Biasanya teh dibungkus dengan kemasan yang bernama Sigma Rasa  dan Kepodang (Hitam dan Hijau) ataupun Bukit Menoreh. Teh hijau biasanya berbentuk teh celup dan dikemas menggunakan karton. Sedangkan teh wangi dapat berbentuk teh celup maupun teh kering yang dikemas menggunakan papersack ukuran kecil.

BAB II. SIMPULAN DAN SARAN


1. KESIMPULAN
            Dengan melakukan kunjungan Industri ini,saya mendapat pengalaman baru tentang industri, lebih mengerti dunia kerja di industri, serta dapat membandingkan ilmu yang diperoleh di sekolah dengan dunia kerja/ industri. Observasi yang dilakukan secara nyata dan langsung, pengembangan atas tugas yang diemban oleh siswa yang pada akhirnya sebagai bekal untuk tekun terjun di dunia kerja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kunjungan industri sangat penting dilaksanakan mengingat adanya materi pengolahan bahan hasil pertanian yang bersangkutan dengan kegiatan produksi.

2. SARAN
a. Kegiatan lebih baik disesuaikan dengan jadwal produksi agar siswa dapat mengetahui        proses pembuatannya.
b. Diharapkan agenda program kunjungan industri tetap berjalan setiap tahun.
c. Kegiatan kunjungan industri dilaksanakan pada awal semester, supaya siswa sudah mempunyai gambaran tentang materi yang akan disampaikan.
d. Untuk kedepan supaya melakukan kenjungan industri ke perusahaan yang lebih besar dan menggunakan berbagai alat yang modern


DAFTAR PUSTAKA

1 komentar: