LAPORAN KUNJUNGAN
INDUSTRI
DI
PT. PAGILARAN BATANG
Disusun oleh
KELAS : 3TPHP2
NIS : 8162
PEMERINTAH
KABUPATEN TEMANGGUNG
DINAS
PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 (STM PEMBANGUNAN) TEMANGGUNG
Jl. Kadar maron,sidorejo kotak pos 104Telp/fax (0293) 4901
639
Temanggung 56221
2014/ 2015
Puji
syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena atas bimbingan dan rahmat-Nya ,
kami selaku penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “kunjungan
industri di pt. Pagilaran batang”.
Terimakasih
juga kami tujukan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan
makalah ini. Dan kami tahu bahwa kami
masih dalam taraf pemula, kami berusaha sebisa mungkin supaya makalah ini bisa
mudah dicerna oleh para pembaca.
Kami sadar bahwa makalah yang kami buat ini
masih jauh dari sempurna, karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang
membangun untuk menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik lagi.
Demikianlah makalah ini kami buat, apabila
ada kesalahan dalam penulisan, kami mohon maaf dan sebelumnya kami sampaikan
terima kasih.
Temanggung,
Oktober 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar................................................................................................. I
Daftar
Isi.......................................................................................................... Ii
Bab
I. Pendahuluan.......................................................................................... 1
Latar
Belakang........................................................................................ 1
Tujuan..................................................................................................... 1
Bab
II. Hasil Kunjungan.................................................................................. 2
Tentang
Perusahaan................................................................................ 3
Pasca
Panen............................................................................................. 4
Pengolahan.............................................................................................. 5
Macam
Hasil Olahan Dan Kemasan....................................................... 8
Bab
III. Simpulan Dan Saran........................................................................... 9
Kesimpulan............................................................................................. 9
Saran....................................................................................................... 9
Daftar
Pustaka.................................................................................................. 10
Lampiran-Lampiran.......................................................................................... 11
Diagram
Alir...........................................................................................
Mesin
Yang Digunakan..........................................................................
Bahan
Baku.............................................................................................
Produk
Olahan........................................................................................
LATAR BELAKANG
Kunjungan
industri dilaksanakan untuk menambah pengalaman dan pengetahuan siswa tentang
dunia kerja. Sehingga siswa dituntut aktif untk menggali informasi tentang
kunjungan industri untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi baru tentang
produk yang dihasilkan dari setiap tempat usaha yang dikunjungi. Kunjungan
industri dilakukan untuk memberikan gambaran tentang tempat industri dan proses
produksi kepada siswa. Sehingga siswa dapat membandingkan proses produksi di
dunia kerja dengan ilmu yang diperoleh di sekolah. Kemudian siswa diwajibkan
untuk membuat laporan atas informasi yang telah didapatkan saat kunjungan
industri yang berkaitan dengan perusahaan yang bersangkutan. Selain itu
kunjungan industri ini merupakan salah satu syarat yang harus di penuhi untuk
menyelesaikan tugas belajar tingkat III semester V . Kemudian siswa diwajibkan
untuk membuat laporan atas informasi yang telah didapatkan saat kunjungan
industri yang berkaitan dengan perusahaan yang bersangkutan.
Adapun beberapa tujuan diadaknnya kunjungan
industri bagi siswa/siswi, antara lain :
1. Memperluas pengetahuan siswa tentang dunia kerja.
2. Mendorong siswa agar mempunyai minat untuk bekerja diperusahaan.
3. Memberi informasi mengenai dunia kerja dan tenaga kerja diperusahaan.
4. Mendorong siswa agar mempunyai rasa kedisiplinan dan tanggung jawab.
5. Membantu siswa melaksanakan program diklat.
6. Siswa mampu membandingkan proses produksi di dunia kerja dengan
ilmu yang diperoleh di sekolah.
Adapun hasil kunjungan industri di pt
pagilaran adalah:
SEJARAH PERUSAHAAN
Padatahun 1840, seorangwarga Negara berkebangsaanBelandabernama E. Blink
membukatanahhutandidaerahPagilarankemudianditanamidengantanamanteh, kina dan
kopi. Perkebunan tersebutdiambilaliholehMaskapaiBelanda yang berkedudukan
di Semarang. DalamkekuasaanBelandainiperkebunantehmengalamiperkembanganpesat.
Hal initerbuktidenganadanyapenambahan areal perkebunan,
yaitudengancaramelelangtanah di sekitarnya.Padatahun 1920
MaskapaiBelandamengalamikebakaransehinggausahadankegiatannya berhenti
total. Akhirnyapadatahun 1922 perkebunantehinidibeliolehBangsaInggris yang
kemudiandiadakanperbaikankembali. Padatahun 1928
olehInggrisperkebunanPagilarandigabungkandengan P & T Lands (
PemanukandanTjiasem ). Padatahun 1947 – 1949
perkebunandikuasaiolehBangsaInggrislagi,
kemudiandilakukanpembangunandenganperalatan lama yang masihtersisaakibatperusakanJepang.
Padatanggal 23 Mei 1964 diserahkankepadaFakultasPertanian UGM.
Untukmengenangnyamakatanggal 23 Mei dijadikanharilahirnya PT.
Pagilaran.Padatanggal 1 Januari 1974 status perusahaandigantidari PN
Pagilaranmenjadi PT Perkebunan PerindustrianPerdagangandanKonsultasi PT
Pagilaran.PT.
PagilaranmendapatkantugasdariPemerintahuntukmengembangkanperkebunandenganpola
PIR ( PerkebunanInti Rakyat ) sejaktahun 1985/1986 sampaidengansekarangdengan
areal yang tersebardibeberapaProprnsi ( DIY, Jawa Tengah danJawaTimur)
Unit
– unit produksi PT.Pagilaran ada di beberapa daerah yang tersebar di Yogyakarta
dan jawa tengah, perincian dari lokasi unit dan komoditi yang di olah adalah
sebagai berikut:
PT. PAGILARAN memiliki
6 unit produksi, yaitu :
1) Unit ProduksiPagilaran
Alamat : Pagilaran, Kecamatan. Blado, Kab Batang, JawaTengah.
Telp/Fax. : 0285
– 414030.
Produksi : Teh Hitam, Teh
Hijau, Cengkeh, Kina
Luas areal : 1.113,25 hektar
Kapasitas
produksi : 40 ton pucuk teh/hr
2) Unit ProduksiSegayung
Alamat : Desa Simbang Jati, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa
Tengah.
Telp. : 0285 – 7906305
Produksi : Coklat, Kelapa Tall, Kelapa
Hybrida
Luas : 208,05 hektar
Areal binaan
PIR Kakao : 670,00 hektar.
3) Unit ProduksiSidoharjo
Alamat : Desa Bakalan, Kec.Bawang,
Kabupaten Batang, Jawa Tengah
Telp :
0285 – 429937
Produksi : Teh Hitam Orthodox
Luas binaan
PIR-Teh : 611,45 ha
4)
Unit
ProduksiJatilawang
Alamat : Desa Jatilawang, Kec. Wanayasa, Kab.
Banjarnegara .
Telp : 085 228037489
Produksi : Teh Hitam Orthodox
Luas binaan
PIR-Teh : 612 hektar
Kapasitas
Produksi : 10.000 kg – 12.000 kg
pucuk/hari
5) Unit ProduksiKaliboja
Alamat : Desa Kaliboja, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Telp. :
08882602657.
Produksi : Teh Hitam Orthodox
Luas binaan
PIR-Teh : 1.200 ha
Kapasitas
Produksi : 12.000 kg – 15.000 kg
pucuk/hari
6) Unit ProduksiSamigaluh
Alamat :
DesaPagerharjo, Kec. Samigaluh, Kab. Kulonprogo, D. I. Yogyakarta
Produksi : Teh Hijau , Teh
Wangi dan Kakao
Luas binaan
PIR-Teh : 200 ha
PIR-Kakao : 9.850 ha DIY , JATIM, JATENG
Kapasitas
Produksi : 5.000 kg pucuk/hari
Disini, kami
mengadakan kunjungan di PT. PAGILARAN unit produksi pagilaran. Proses produksi biasa dilakukan mulai dari
jam 06.00 s/d 14.30 WIB. Hal ini dilakukan karena banyaknya pesanan yang harus
dipenuhi oleh perusahaan sehinga pemetikan dilakukan sampai sore hari. Walaupun
kualitas yang dihasilkan kurang maksimal tetapi karena banyaknya pesanan
membuat pemetikan harus dilakukan sampai sore hari
Waktumemetikteh, janganmenggengampucuktehterlalubanyak.
Pucukhasilpemetikanditempatkan di dalamkeranjang 10 kg yang
digendongdiataspunggung. Waring (keranjangbambu)
digunakanuntukmenampunghasilpetikandenganukuran minimal 150 cm x 160cm
dengandayamuat 20kg (maksimum 25kg). Tempatkanwaringdalamkeadaanterbukadanditumpuk
di tempatteduh atau dapat juga
menggunakan karung asalkan jangan sampai tertumpuk terlalu banyak. Pucukteh yang
digunakansebagaibahanbakupengolahaterdiridaritangkai, daunmuda dan daun tua.
Usahakanpucuksecepatnyatiba di pabrik.Kandunganutama yang
terdapatpadapucuktehadalahpolifenol oxidase yang akan cepat teroksidasi apabila struktur teh
rusak. Pucukteh
yang digunakandalampengolahanhampir
semua masuk dalam pengolahan karena banyaknya pesanan yang harus di penuhi.
Agar pucuktehbermututinggi, perhatikanhal-halsebagaiberikut :
a. Jalurpenangananharusdipersingkat, artinyapemindahanpucukdarisatuwadahkewadahyang
lain seminimalmungkin.
b. Janganmeninggalkanpucukterlalu lama dikebun, angkatpucuk yang telahdipetikkepabrik
2-3 hari.
c. Gunakanpengemasan yang kokoh, sepertibambudan container
d. Isilahwadahsecaralonggardengantimbunan ideal 25 kg pucuktiap meter
persegiluasdantebalhamparan 30 cm.
e. Berikanarasi (udara) yang cukup.
Cara pemetikan:
Pemetikan dilakukan dengan
menggunakan gunting. Hal ini dilakukan karena banyaknya jumlah pesanan yang
harus dipenuhi,dan juga untuk mempersingkat waktu agar tidak terlalu lama
ü Analisis
Pucuk
Analisis
pucuk adalah uraian tentang hasil pemetikan teh pada satu saat, yang
menunjukkan perbandingan antara pucuk halus dan pucuk kasar yang dinyatakan
dalam persen (%).
Analisis
pucuk bertujuan untuk menilai mutu pucuk, sehingga dapat digambarkan
kemungkinan hasil olahan dan untuk membedakan mutu teh setip kali melakukan
pemetikan.
Hasil
analisis pucuk merupakan dasar penilaian mutu pucuk harian dari suatu kebun,
maka sampel diambil secara acak dari setiap blok atau kelompok pemetik.
Pengolahan
PT.
PAGILARAN unit produksi disini mengolah teh hijau, teh wangi, dan teh bubuk.
Disini saya akan memaparkan produk hasil PT. PAGILARAN unit produksi pagilaran pada komoditi peranian teh.
A. Teh Hijau
Pengolahan teh hijau telah dikenal
sejak lama namun dilaksanakan dengan peralatan dan teknologi yang sederhana.
Oleh karena itu, jenis teh hijau yang dihasilkan masih belum sesuai dengan
standar mutu permintaan pasar. Teh hijau merupakan pucuk daun muda tanaman teh
yang diolah tanpa melalui proses fermentasi.
Untuk memperoleh produk yang sesuai
dengan permintaan pasar maka pengolahan teh hijau dilaksanakan dengan teknologi
yang lebih maju. Namun pada dasarnya, pengolahan teh hijau itu merupakan
rangkaian proses fisik dan mekanis tanpa atau dengan sedikit proses fermentasi
terhadap pucuk teh dengan menggunakan sistem panning.
Cara-cara pengolahan teh hijau yaitu
:
1.
Pucuk teh
Pucuk yang masuk ke pabrik harus
dilakukan analisa pucuk terlebih dahulu untuk menentukan kualitas pucuk teh
yang ada.
2.
Pelayuan
Tujuan : untuk menginaktifkan enzim polifenol oksidase dan menurunkan
kandungan air dalam pucuk, agar pucuk menjadi lentur dan mudah digulung.
-
Pelayuan harus segera dilakukan setelah daun teh dipetik.
-
Pelayuan dilaksanakan dengan cara mengalirkan sejumlah pucuk secara
berkesinambungan kedalam alat pelayuan Rotary Panner dalam keadaan panas dengan
suhu pelayuan 80-100ºC.
-
Uap air yang terjadi harus secepatnya dikeluarkan dari ruang Roll Rotary
Panner, untuk menghindari terhidrolisanya klorofil oleh uap asam-asam organik.
-
Perubahan kimia yang terjadi selama pelayuan antara lain dalam proses respirasi
akan terjadi penurunan gula oleh oksigen menjadi energi dan karbondioksida.
-
Persentase layu teh hijau lokal adalah 60-70%, dan untuk teh hijau ekspor
sekitar 60% dengan tingkat kerataan layuan yang baik.
-
Tingkat layu yang tepat ditandai dengan keadaan pucuk layu yang berwarna hijau
cerah, lemas, dan lembut, serta mengeluarkan bau yang khas.
3.
Penggulungan
Tujuan :
membentuk mutu secara fisik berbentuk terpilin, mengeluarkan cairan daun.
Alat Penggulungan : Press Cap Roller
(PCR)
•
terdiri dari silinder dan meja
•
dengan penekanan (press)
•
menggulung dan memeras
Lama Penggulungan : 15 – 20 menit dengan pengaturan 5 menit buka 10
menit pres dan 5 menit buka
4.
Pengeringan
Tujuan
: menghentikan proses fermentasi,
untuk mengurangi kadar air, memperoleh
hasil akhir berupa teh kering yang tahan lama disimpan.
Untuk
mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan dua tahap pengeringan, masing-masing
menggunakan mesin yang berbeda.
» Mesin
pengering pertama disebut Rotary Dryer tipe Repeat Rool.
» Mesin pengering
kedua disebut Rotary Dryer tipe Boll Tea bertujuan memperbaiki bentuk gulung
teh keringnya.
» Lama
pengeringan : 3 – 4 Jam
5. Sortasi
Tujuan untuk memisahkan, memurnikan
dan mengelompokkan jenis mutu teh hijau dengan bentuk ukuran yang spesifik
sesuai dengan standar teh hijau.
Pada prinsipnya, sortasi kering teh
hijau adalah:
Memisahkan keringan teh hijau yang
banyak mengandung jenis mutu ekspor.
Memisahkan partikel-partikel yang
mempunyai bentuk dan ukuran yang relatif sama kedalam beberapa kelompok
(grade).
Melakukan pemotongan dengan tea
cutter bagian-bagian teh yang ukurannya masih lebih besar dari jenis mutu yang
dikehendaki.
Sortasi
Teh Hijau sebagian besar masih menggunakan tenaga manual manusia. Hasil sortasi
ini dikelompokkan kedalam jenis-jenis mutu teh hijau sesuai dengan mutu yang
ada.
Mutu / grade teh hijau :
a. Peko (daun
pucuk). A - B
b. Jikeng
/Lokal B (daun bawah / tua).
c. Bubuk / kempring
d. Tulang
B. Teh Wangi
Teh
wangi adalah jenis teh yang paling banyak diksonsumsi oleh masyarakat
Indonesia. Teh wangi saat ini sudah banyak variasinya : teh aroma melati, teh
aroma mawar, teh aroma frambose, teh aroma vanili, dan lain-lain.
Teh wangi melati, bahan dasar
pembuatannya adalah dari teh hijau lokal. Tetapi untuk jenis teh wangi dengan
aroma yang lain rata-rata dibuat dari teh hitam yang diwangikan menggunakan
bahan pewangi.
PT. PAGILARAN membuat teh wangi
berdasarkan atas pesanan dari pembeli, dalam prosesnya tanpa menggunakan bahan
pewangi kimiawi (menggunakan bunga melati).
Cara-cara pengolahan teh wangi yaitu
:
1.
Pucuk teh
Pucuk yang masuk ke pabrik harus
dilakukan analisa pucuk terlebih dahulu untuk menentukan kualitas pucuk teh
yang ada.
2.
Karamelisasi/penggosongan bahan baku
(teh Hijau) / Pengeringan I
Proses ini bertujuan menghasilkan
teh hijau gosong yang bersifat porous. Dengan sifat barunya ini, teh hijau akan
mudah menyerap aroma dari melati.
Proses ini dilakukan dengan cara :
teh hijau dipanaskan dengan menggunakan mesin Rotary drier tipe Repeat Roll
pada suhu 90° - 125° C. Proses ini akan menghasilkan "Cou-cui"
berwarna coklat kehitaman dengan kadar air 3 - 5 %
3.
Pemeraman bahan karamel
Hal ini dilakukan setelah proses
karamelisasi yang optimal. Proses ini biasanya dilakukan dengan cara mendiamkan
bahan untuk beberapa waktu.
4.
Pelembaban
Bertujuan untuk mempersiapkan teh
agar dapat menerima aroma bunga secara maksimal.
Caranya :
-
Dilakukan dengan menambahkan air ± 20 %.
-
Proses pelembaban dilakukan pada siang hari, ditebar / dibeber membentuk suatu
lapisan setebal ± 15 - 20 cm.
-
Setelah itu dilanjutkan dengan proses pewangian, dimana bunga melati
dicampurkan.
5.
Pewangian
Setelah proses pelembaban, kemudian
teh ditambahkan dengan bunga melati. Dipilih bunga yang siap mekar &
sedapat mungkin memperkecil penerimaan bunga "karuk" (kuncup bunga
yang belum saatnya mekar), hal ini bertujuan agar proses pewangian dapat
berlangsung dengan sempurna.
6.
Pengeringan II
-
Menggunakan ECP drier (Endless Chain Pressure drier) dengan suhu berkisar
antara 110° - 125° C selama 45 - 60 menit.
-
Kadar air produk yang dihasilkan berkisar antara 4 - 6 %
Macam produk olahan dan kemasan
PT. PAGILARAN mengolah 2 macam
komoditi pertanian, yaitu teh dan kakao. Disini saya akan memberi contoh
beberapa produk olahan teh, antara lain :
1)
Teh hitam
Teh hitam merupakan pucuk teh yang
diolah menjadi teh kering melalui proses fermentasi pada tahapan
prosesnya.
Teh hitam sendiri memiliki beberapa
jenis olahan, antara lain teh hitam orthodox dan teh wangi. Teh wangi (teh
melati) disebut juga teh bunga yang diproses dengan campuran kuncup bunga dan
merupakan jenis teh yang paling populer di Indonesia.
2)
Teh hijau
Teh hijau
merupakan pucuk daun muda tanaman teh yang diolah tanpa melalui proses
fermentasi. Untuk memperoleh produk yang sesuai dengan permintaan pasar maka
pengolahan teh hijau dilaksanakan dengan teknologi yang lebih maju. Namun pada
dasarnya, pengolahan teh hijau itu merupakan rangkaian proses fisik dan mekanis
tanpa atau dengan sedikit proses fermentasi terhadap pucuk teh dengan
menggunakan sistem panning
3)
Teh oolong
Teh oolong bukan merupakan teh
hitam, teh hijau maupun teh putih. Meskipun dari segi rasa dan cara pengolahan
mirip dengan teh hitam. Tapi yang membedakan disini adalah teh oolong pada saat
proses pengolahan, teh hanya mengalami fermentasi yang sangat singkat.
4)
Teh putih
Merupakan teh yang diolah melalui
fermentasi tetapi dalam waktu yang sangat singkat, sehingga pigmen pada teh
belum menjadi coklat keemasan maupun merah saat diseduh.
Dari
keempat jenis teh yang dikenal oleh masyarakat, PT. PAGILARAN khususnya unit
Samigaluh hanya mengolah 2 macam teh yaitu the hitam jenis teh wangi da juga
teh hijau.
Setelah
produk selesai dibuat, perlu dilakukannya pengemasan dan penyimpanan
(penggudangan). Penyimpanan Produk Sementara, mempermudah stok produksi
dan pengangkutan. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan :
•
Suhu ruangan 20
– 24 0C.
•
Didalam gudang penyimpanan Paper
Sack distapel sesuai jenis mutunya dan diberi alas pallet.
•
Jumlah 1 chop terdiri 20 papersack.
•
Tinggi maksimal 220 cm, Lebar
maksimal 117 cm.
•
Pada saat
pengiriman, papersack terbungkus dengan plastik sheet.
•
Jarak antar
stapelan dan dengan dinding min. 30 cm
Biasanya
teh dibungkus dengan kemasan yang bernama Sigma Rasa dan Kepodang (Hitam
dan Hijau) ataupun Bukit Menoreh. Teh hijau biasanya berbentuk teh
celup dan dikemas menggunakan karton. Sedangkan teh wangi dapat berbentuk teh
celup maupun teh kering yang dikemas menggunakan papersack ukuran kecil.
BAB II. SIMPULAN DAN
SARAN
1. KESIMPULAN
Dengan melakukan kunjungan
Industri ini,saya mendapat pengalaman baru tentang industri, lebih mengerti
dunia kerja di industri, serta dapat membandingkan ilmu yang diperoleh di
sekolah dengan dunia kerja/ industri. Observasi yang dilakukan secara nyata dan
langsung, pengembangan atas tugas yang diemban oleh siswa yang pada akhirnya
sebagai bekal untuk tekun terjun di dunia kerja. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa Kunjungan industri sangat penting dilaksanakan mengingat adanya materi
pengolahan bahan hasil pertanian yang bersangkutan dengan kegiatan produksi.
2. SARAN
a. Kegiatan lebih baik disesuaikan dengan jadwal produksi agar siswa dapat
mengetahui proses pembuatannya.
b. Diharapkan agenda program kunjungan industri tetap berjalan setiap tahun.
c. Kegiatan kunjungan industri dilaksanakan pada awal semester, supaya siswa
sudah mempunyai gambaran tentang materi yang akan disampaikan.
d. Untuk kedepan supaya melakukan kenjungan industri ke perusahaan yang lebih
besar dan menggunakan berbagai alat yang modern
DAFTAR PUSTAKA